
Tiga tahun lalu, usahaku gulung tikar. Hutang menumpuk, teman-teman pergi satu per satu. Rasanya ingin menyerah saja. Tapi suatu pagi, aku sadar: kegagalan hanyalah data, bukan vonis mati. Aku mulai dari nol lagi. Belajar dari kesalahan, memperbaiki strategi, dan perlahan bangkit. Hari ini, meski belum kaya raya, aku hidup lebih tenang dan bersyukur. Pesanku: jangan biarkan kegagalan mendefinisikan dirimu. Biarkan ia menjadi batu loncatan. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.